--> Skip to main content

Benarkah Asteroid Akan Tabrak Bumi Pada 15 Ramadhan? Begini Penjelasan Dari Peneliti Lapan


Baru-baru ini beredar isu bahwa ada asteroid yang akan menabrak bumi. Entah darimana informasi tersebut berawal. Namun banyak warganet yang langsung saja menyebarkan informasi tersebut di sosial media tanpa meneliti dengan benar darimana sumber informasi tersebut.
Peneliti Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Abdul Rachman menjelaskan bahwa kabar adanya asteroid yang bakal menabrak Bumi pada 15 Ramadhan atau Jumat (8/5/2020) nanti adalah tidak benar alias hoaks belaka.

Dilansir dari Antara, Senin (4/5/2020), Abdul Rachman mengatakan bahwa asteroid bergerak mendekati Bumi sesuai orbitnya dan tidak berarti akan menabrak Bumi.

Dalam kajian yang disisarkan langsung dari Bern, Swiss, Ahad (3/05/2020) Abadul Rachman mengatakan bahwa kita tidak perlu terlalu khawatir, apalagi dikaitkan dengan tanggal 15 Ramadhan, dari segi dalil agama tidak ada dan dari segi sains tidak ada (asteroid) yang mendekat. Tapi, kembalikan semuanya kepada Allah, karena kita bisa mati kapan saja.

Adapun jika terdapat dalil dalam agama hendaknya kita fahami isi, maksud, konteks dari dalil yang dimaksud, serta mencari tahu keaslian dari dalil tersebut. Selain itu alangkah baiknya kita sebagai orang awam bertanya kepada orang yang benar-benar faham dalam hal itu baik dari segi sains dan agama. 

Menurut tabel data NEO Earth Close Approaches, ada lima asteroid (2009 XO, 2020 JE, 2020 JF, 2020 HM4, 2016 HP6) yang mendekat ke arah Bumi pada 7 Mei 2020. Selanjutnya ada satu asteroid (2020 HB6) yang mendekati Bumi pada 8 Mei, dan asteroid 2020 HC6 bergerak mendekati Bumi pada 9 Mei 2020.

APA ITU ASTEROID?

Dikutip dari Wikipedia. Asteroid, disebut juga planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak. Istilah ini secara historis ditujukan untuk semua objek astronomis yang mengelilingi matahari dan setelah diobservasi tidak memiliki karakteristik komet aktif.

PERBEDAAN ASTEROID, KOMET, METEORIT DAN METEOR

1. Ateroid
Asteroid adalah benda langit berukuran sangat kecil dan juga memiliki orbit terhadap matahari. Artinya, asteroid juga mengelilingi matahari. Asteroid terbentuk dari batu luar angkasa, dengan sedikit kandungan logam seperti nikel dan besi.

2. Komet
Komet, atau comet, adalah benda langit yang tersusun dari berbagai material gas dan air yang mengeras menjadi es. Ukuran komet sendiri sebenarnya tidak terlalu besar. Diameter nukleus, atau inti komet, paling besar hanya 10 kilometer.

3. Meteorit
Meteoroid ini adalah bebatuan luar angkasa, berukuran kecil dan melayang-layang secara bebas dan tidak mengorbit pada apapun. Meteoroid sering diartikan sebagai pecahan dari komet atau asteroid.

4. Meteor
Meupakan benda langit yang sering kita sebut sebagai bintang jatuh. Mmeteor terbentuk dari meteoroid yang jatuh. Meteoroid letaknya tidak jauh dari Bumi dan sering tertarik oleh gravitasi Bumi. Ketika meteoroid ini jatuh, dia akan mengalami gesekan dengan lapisan atmosfer, lalu terbakar habis sebelum sampai ke Bumi. Proses jatuh dan terbakarnya mateorid ini yang terkadang kita lihat jelas dari Bumi, yang kita namakan dengan meteor.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar