--> Skip to main content

Download Excel Perhitungan Mix Design Beton (SNI 7656:2012)

Hallo sobat, pada kesempatan ini kembali saya berbagi file seputar teknik sipil yakni perhitungan rancngan campuran mix design dalam bentuk format excel. Metode yang digunakan adalah SNI 7656:2012. Dalam perhitungan excel tersebut sobat tinggal memasukan data yang dibutuhkan dalam rancangan campuran beton. Semoga file tersebut bermanfaat untuk mempermudah sobat dalam perhitungan mix design.

Beton merupakan material structural yang terdiri dari campuran air, agregat dan perekat hidrolis seperti semen dan sejenisnya. Banyak sekali jenis beton yang ada tergantung dari untuk digunakan seperti pada konstruksi yang mana beton tersebut akan digunakan.

Beton normal merupakan jenis bahan konstruksi yang paling banyak digunakan dalam pembangunan baik itu bangunan sipil, bangunan pemerintahan, bangunan transfortasi, infrastruktur dan lain sebagainya.

Beton normal memiliki kekuatan tekan antara 17 sampai dengan 40 MPa dengan berat isi 2200 kg/m3 sampai dengan 2500 kg/m3. Beton normal biasa digunakan pada struktur bangunan seperti plat lantai, kolom, balok, perkerasan jalan dan sebagainya.

Rancangan campuran beton (Mix design) merupakan hal yang sangat kompleks dimana banyak sekali factor yang mempengaruhi suatu campuran beton antara lain : mutu beton, jenis struktur yang akan dibangun, tekstur dan bentuk agregat, kadar semen, jenis semen, temperature saat pencampuran, umur pengujian kuat tekan, cara pemadatan adukan, kemudahan kerja (workability), durabilitas, bentuk dan ukuran benda uji yang akan dibuat.

Pada dasarnya rancangan campuran beton memiliki tujuan untuk bagaimana memilih dan memperhitungkan proporsi dari komposisi campuran beton berupa semen, agregat halus, agregat kasar dan air untuk menghasilkan mutu beton rencana yang memenuhi spesifikasi.

Baca juga :

SNI 03-2834-2000 merupakan standar yang biasa digunakan dalam rancangan campuran beton. Akan tetapi selanjutnya terdapat pembaruan mengenai hal tersebut yakni SNI 7656:2012. Kedua standar tersebut merupakan pedoman atau petunjuk untuk melakukan perhitungan rancangan campuran beton. Akan tetapi Kedua metode tersebut memiliki beberapa perbedaan, antara lain (Yulius Rief Alkhaly,2016) :

Prosedur SNI 03-2834-2000

a.    Metode ini berlaku untuk Ordinary Portland Cement (tipe I), RapidHardening Portland Cement (tipe II), High Early Strength Cement (tipe III), dan Sulphate Resisting Portland Cement (tipe V);
b.    Metode ini membedakan antara agregat pecah (batu pecah) dan tidak dipecah (agregat alami/kerikil) yang akan mempengaruhi jumlah penggunaan air;
c.    Memperhitungkan gradasi dari agregat halus berdasarkan zonadan menganggap gradasi dari agregat halus akan mempengaruhi tingkatkemampuan kerja dari campuran beton;
d.    Rasio optimum dari volume curah agregat kasar per kubik beton tergantung dari ukuran maksimum nominal dari agregat kasar dan gradasi agregat halus;
e.    Kadar air dalam campuran beton hanya dipengaruhi oleh tingkat kemudahan kerja yang diperlukan, dinyatakan dengan ujislump atau uji VeBe;
f.    Ukuran maksimum nominal dari agregat kasar, dianggap tidak mempengaruhi proporsi campuran;
g.    Metode mengadopsi campuran beton hipotesisdengan rasio air semen (fas) 0,5.

Prosedur SNI 7656:2012

a.    Metode ini tidak membedakan jenis semen hidrolik (berlaku untuk semua jenis semen hidrolik) dan jenis agregat;
b.    Konsistensi campuran yang mempengaruhi kemudahan kerjadianggap hanya tergantung pada kadar air bebas dari proporsi campuran, dinyatakan dalam uji slump, uji VeBe atau uji faktor pemadatan;
c.    Rasio optimum dari volume curah agregat kasar per kubik beton tergantung hanya pada ukuran maksimum nominal agregat kasar dan gradasi agregat halus;
d.    Jenis pemadatan berpengaruh pada tinggi slump yang dianjurkan;
e.    Estimasi volume bahan campuran beton dapat dilakukan berdasarkan ekivalensi berat maupun ekivalensi volume absolut;
f.    Metode ini tidak memberikan batasan kadar minimum beton yang dapat digunakan;
g.    Metode ini memberikan pengurangan air sebesar 18 kg/m3 pada campuran beton yang menggunakan agregat kasar alami/kerikil.

Berdasarkan penelitian Yulius Rief Alkhaly tahun 2016 mengenai perbedaan metode SNI 03-2834-2000 dan metode SNI 7656:2012 dimana pada penelitian tersebut peneliti membuat rancangan campuran beton normal dengan menggunakan kedua metode tersebut dengan mutu beton yang sama, jumlah benda uji sama, bentuk benda uji sama, dan umur pengujian sama. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa SNI 7656:2012 memiliki selisih nilai slump dan kuat tekan diatas metode  SNI 03-2834-2000.

DOWNLOAD EXCEL PERHITUNGAN MIX DESIGN BETON (SNI 7656:2012)

Untuk mempermudah perhitungan rancangan campuran beton, sobat bisa langsung mendapat file perhitungan mix design dalam format excel pada tombol download dibawah.

Excel Mix Design.rar
Size : 165,19 kb

password : www.taktiktekno.com
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar