--> Skip to main content

Jenis-jenis Lapisan Campuran Beraspal Panas

Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan viskoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis perkerasan lentur. Aspal berasal dari alam atau dari pengolahan minyak bumi (Wikipedia).

Campuran aspal panas adalah suatu campuran perkerasan jalan lentur yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler, dan bahan pengikat aspal dengan perbandingan-perbandingan tertentu dan dicampurkan dalam kondisi panas.

Jenis Campuran Aspal

1.    Stone Matrix Asphalt (SMA)

Stone matrix asphalt (SMA) merupakan jenis  campuran  beraspal  panas  yang  dapat digunakan sebagai lapis  permukaan dengan kandungan  agregat  kasar  yang  besar  dan kadar aspal yang tinggi. Kelebihan dari stone matrix asphalt yaitu mempunyai ketahanan gelincir (skid resistant) yang cukup tinggi dan ketahanan terhadap deformasi (rutting) dan juga keretakan (cracking). Campuran aspal ini cocok untuk menahan  beban  berat  kendaraan,  seperti  di daerah industry pabrik, maupun perkebunan.
Stone Matrik Asphalt (SMA) terdiri dari tiga jenis, antara lain :
-    SMA Tipis, memiliki ukuran partikel maksimum agregat 12,5 mm
-    SMA Halus, memiliki ukuran partikel maksimum agregat 19 mm
-    SMA Kasar, memiliki ukuran partikel maksimum agregat 25 mm
Setiap campuran SMA yang menggunakan Aspal Polymer disebut masing-masing sebagai SMA Tipis Modifikasi, SMA Halus Modifikasi, dan SMA Kasar Modifikasi.

2.    Lapis Tipis Aspal Beton (Hot Roller Sheet,HRS)

Campuran HRS (Hot Rolled Sheet) atau Lataston merupakan lapisan permukaan non struktural yang memiliki agregat gradasi senjang, filler dan aspal keras dengan perbandingan tertentu yang dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas. 
 


Lapis Tipis Aspal Beton (Hot Roller Sheet, HRS) Terdiri dari dua jenis campuran, antara lain :
-    HRS Fondasi (HRS-Base)
-    HRS Lapis Aus (HRS Wearing Course, HRS-WC)
Ukuran maksimum agregat dari masing-masing campuran adalah 19 mm. HRS-Base mempunyai proporsi fraksi agregat kasar lebih besar daripada HRS-WC.

3.    Lapis Aspal Beton (Asphalt Concrete, AC)

Aspal  beton  adalah  suatu  lapisan  pada  konstruksi  perkerasan  jalan  raya yang  terdiri  dari  campuran  aspal  dan  agregat  yang  mempunyai  gradasi  menerus yang  dicampur,  dihampar  lalu  dihamparkan  dan  dipadatkan  dalam  kondisi  panas pada suhu tertentu (Sukirman, 1993).
 

Lapis Aspal Beton (Asphalt Concrete, AC) terdiri tiga jenis, antara lain :
-    AC Lapis Aus (AC-WC), dihamparkan paling atas permukaan dan bersentuhan langsung dengan ban kendaraan. Lapis Aus (AC-WC) memiliki ukuran maksimum agregat 19 mm.
-    AC Lapis Antara (AC Binder Course, AC-BC), Lapisan  ini  merupakan  bagian  dari  lapis permukaan  diantara lapis  pondasi  atas  (Base  course)  dengan  lapis  aus  (Wearing course) yang bergradasi aggregat gabungan rapat/menerus, umumnya digunakan untuk jalan-jalan dengan beban lalulintas yang cukup berat (Sukirman, S., 2008). Lapisan ini memiliki ukuran maksimum agregat 25,4 mm
-    AC Lapis Fondasi (AC Base), merupakan pondasi perkerasan yang terdiri dari campuran agregat dan aspal dengan perbandingan tertentu dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas. Campuran ini memiliki ukuran maksimum agregat 37,5 mm.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar