Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu Agregat? Agregat Kelas A Kelas B Kelas S

PENGERTIAN AGREGAT

Agregat adalah sekumpulan butir- butir batu pecah, kerikil, pasir, atau mineral lainnya baik berupa hasil alam maupun buatan (SNI No: 1737-1989-F). Agregat adalah material granular, misalnya pasir, kerikil, batu pecah yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan.

Secara umum, agregat dapat dibedakan berdasarkan ukuran yaitu agregat kasar dan agregat halus. Agregat kasar memiliki ukuran minimal 4.75 mm (Standar ASTM) atau 4.80 mm (British Standar) dan maksimal 40 mm, dan jika berukuran > 40 mm maka disebut batu. Agregat halus memiliki ukuran dibawah 4.75 mm atau 4.80 mm

KLASIFIKASI AGREGAT 

Agregat yang ada saat ini terdiri dari beberapa klasifikasi yaitu berdasarkan :

1. Cara Mendapatkan

  • Alami, agegat hasil galian dan sungai
  • Buatan, bekas buangan dari sisa bahan konstruksi seperti pecahan bata, genteng, slag, abu terbang dan lain-lain.

2. Bentuk Agregat

  • Bulat, bulat sebagian
  • Pipih
  • Tak beraturan
  • panjang menyudut

3. Tekstur

  • Kasar
  • Agak kasar
  • Agak halus
  • halus

 4. Berat

  • Ringan ( BJ < 2,0 )
  • Normal ( BJ 2,5 - 2,7 )
  • Berat ( > 2,8 ) 

5. Ukuran

  • Halus ( < 4.75 mm )
  • Kasar ( > 4.75 - 40 mm )
  • Batu ( > 40 mm ) 

Baca Juga :

KELAS AGREGAT

Pada pekerjaan jalan kita pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya agregat kelas A, kelas B dan kelas S. Pada dasarnya kelas agregat tersebut terdiri dari agregat biasa yang kita lihat. Akan tetapi memiliki fungsi sesuai peruntukannya. Selain itu ketiga jenis tersebut memiliki karakter dan analisa saringan masing-masing. Keiga kelas agregat tersebut merupakan lapis pondasi dalam pekerjaan konstruksi jalan.

Agregat Kelas A disebut juga sebagai Lapisan Pondasi Atas (LPA), maksudnya adalah lapisan pondasi yang terletak diatas pondasi bawah dan di bawah lapisan perkerasan aspal. Fungsi dari lapis pondasi ini antara lain yaitu :

  • Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda.
  • Sebagai lapisan peresapan untuk pondasi bawah.
  • Memberikan bantalan terhadap lapisan permukaan

Agregat Kelas B disebut juga LPB (Lapisan Pondasi Bawah) merupakan lapisan pondasi yang terletak diatas pondasi tanah dasar dan dibawah lapisan pondasi agregat kelas A. Fungsi dari lapis pondasi bawah ini antara lain yaitu:

  • Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda.
  • Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi.
  • Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas.
  • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan.
  • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan.

Agregat Kelas S merupakan kelas agregat yang digunakan untuk bahu jalan tanpa penutup aspal diatasnya. 

Setiap lapisan pondasi baik agregat kelas A, B dan S dikerjakan dengan standar teknis yang telah ditentukan kemudian dilakukan pengetesan terhadapnya seperti tes CBR dan Sandcone untuk memastikan hal tersebut sudah sesuai spesifikasi. 

APA PERBEDAAN AGREGAT KELAS A, B DAN S?

Perbedaan utama antara kelas agregat diatas adalah terletak pada ukurannya. Kalian bisa perhatikan pada gambar tabe dibawah ini.

Posting Komentar untuk "Apa itu Agregat? Agregat Kelas A Kelas B Kelas S"