Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Mutu Beton K, FC Dan FS - Penggunaan Dan Perbedaannya


Taktiktekno.com - Beton merupakan bagian dari konstruksi bangunan yang paling banyak digunakan. Beton terdiri dari campuran beberapa material seperti agregat halus, agregat kasar, semen dan air atau dengan bahan tambah lainnya.

Beton banyak digunakan karena memiliki beberapa keunggulan seperti memiliki kemampuan untuk menahan gaya tekan yang baik, tahan terhadap api, tahan lama serta mudah dibentuk saat pengerjaan tergantung bentuk dari cetakan.

Mutu beton adalah pertanda kualitas yang dimiliki oleh beton. Mutu beton dipengaruhi oleh kualitas material bahan pencampur serta proses pengerjaannya. Maka untuk mendapatkan mencapai hasil yang sesuai standar maka bahan material dan juga pembuatan serta pelaksanaan pekerjaan beton harus sesuai standar. 

Meskipun beton secara awam kita kenal memiliki sifat keras dan kuat terhadap tekan akan tetapi memiliki kelemahan dalam menahan gaya tarik atau lentur. Selain itu bahan dan cara pengerjaan yang tidak standar dapat menyebabkan beton retak dan cepat rusak sehingga dapat merugikan salah satu pihak.

Baca Juga :

MUTU BETON K, FC DAN FS

Dalam dunia proyek kita sering mendengar mutu beton K, FC dan FS. Mutu beton K dan FC adalah jenis mutu yang pengujian terhadap beton berupa kuat tekan, sedangkan FS adalah jenis mutu yang pengujian terhadap beton berupa kuat lentur. Kemudian mungkin muncul pertanyaan dibenak teman-teman kenapa kuat tekan memiliki dua mutu K dan FC? 

1. Mutu Beton K

K adalah singkatan dari karakteristik. Mutu beton K adalah mutu beton yang menggunakan satuan kg/cm2 serta benda uji beton dibuat berbentuk kubus menggunakan cetakan dengan ukuran 15x15x15 cm. Misalnya beton K-250 artinya kekuatan karakteristik pada beton adalah minimum 250 kg/cm2 pada umur 28 hari.

Mutu beton K bisa dibilang mutu yang digunakan pertama sebelum mutu fc karena perpedoman atau mengacu pada PBI 1971 tentang peraturan beton bertulang. Kemudian menjadi istilah yang sampai sekarang melekat digunakan dilapangan.

cetakan benda uji kubus

2. Mutu Beton FC

Compressive Strength Concrete (FC) merupakan mutu beton yang menggunakan satuan Megapascal (MPA, N/mm2) serta menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. 

Mutu beton FC Mengacu pada standar SNI 03-2847-2002 yang merujuk pada ACI (American Concrete Institute). Misalnya mutu beton FC 25 MPa artinya bahwa kuat tekan minimum sebesar 25 MPa pada umur 28 hari.

Mutu beton ini jarang dan kurang dikenal oleh sebagian pelaku proyek. Namun sejauh ini yang saya temui di beberapa proyek sudah menggunakan mutu beton fc. Baik mutu K  atau FC alat yang digunakan untuk pengujian kuat tekan beton disebut Concrete Compression Machine untuk yang statis dan Hammer Test untuk yang dinamis.

Kuat Mana Antara Mutu K dan FC?

Sama sama kuat kok,salah satu yang membedakannya adalah satuan yang digunakan. Makanya ada nilai konversi dari mutu K ke FC dan sebaliknya. Misalnya Mutu Beton K-250 sama dengan atau setara FC berapa?.

  • Nilai koefisien benda uji kubus ke silinder adalah 0,83
  • 1 MPa = = 1 N/mm2 = 10 kg/cm2.

Maka :

= (250/10) x 0,83

= 25 x 0,83

= 20,75 MPa (FC) = fc 20 Mpa

Contoh berikutnya, mutu beton fc 25 setara dengan mutu beton K berapa?

Maka :

= (25 x 10)/0,83

= 250/0,83

= 301 kg/cm2 (K) = K-300

3. MUTU BETON FS

Flexure Strength (FS) adalah istilah yang digunakan dalam pengujian kuat lentur terhadap beton. Satuan yang digunakan adalah megapascal (MPa) serta mengacu pada ASTM C1161-02c(2008)e1, Standard Test Method for Flexural Strength of Advanced Ceramics at Ambient Temperature, ASTM International, West Conshohocken, PA.

Benda uji beton beam yang dibuat berbentuk balok dengan ukuran 150x150x600 mm. Jalan tol dan jalan pantura adalah beberapa contoh konstruksi yang menggunakan mutu beton fs karena beban yang ada menimbulkan gaya lentur akibat pergerakan kendaraan. 

Misalnya mutu beton fs-45 menyatakan kualitas kekuatan menahan momen lenturnya adalah sebesar 4,5 MPa serta setara dengan kuat tekan dari mutu K-400.

Contoh sample beam beton mutu fs-45

Penggunaan mutu beton tergantung dari beban yang akan diatasi. Selain itu job mix atau desain mix dari ke tiga mutu diatas juga memiliki perhitungan masing-masing berdasarkan standar yang ada, apalagi jika dalam kompoisi beton tersebut ditambah dengan admixture.

Mutu beton K dan FC biasanya digunakan dalam struktur yang diperuntukan menahan beban axial sedangkan mutu beton FS digunakan untuk beban lateral. Kenyataannya dilapangan kita bisa lihat tetap saja mutu K dan Fc misalnya tetap digunakan dalam konstruksi yang memiliki beban lateral.

Jika sudah melebihi batasan tertentu sebaiknya gunakan mutu tertentu dengan melihat beban yang timbul.

Posting Komentar untuk "Mengenal Mutu Beton K, FC Dan FS - Penggunaan Dan Perbedaannya"