Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Perhitungan Perencanaan Pondasi Sumuran

Hallo Sobat apa kabar? semoga baik-baik saja ya. pada postingan kali ini saya akan membagikan sebuah contoh perhitungan dalam perencanaan pondasi sumuran. 

Nah, perhiungan ini bisa kalian jadikan sebagai contoh pembelarajan atau referensi saat kalian sedang mengerjakan tugas khususnya tentang mekanika tanah dan perencanaan pondasi.

Pondasi sumuran direncanakan digunakan untuk menahan gaya-gaya yang bekerja pada dasar pile cap sebuah abutmen jembatan. Data-data perencanaan adalah sebagai berikut.
 
·         Kedalaman dasar pile-cap dari muka tanah = 3.0 meter
·         Kedalaman pondasi sumuran dari muka tanah =  8 meter
·         Banyaknya pondasi sumuran  = 2 buah
·         Daya dukung ijin pada kedalaman 8 meter = 100 t/m2 = 1000 kN/m2
·         Beban merata diatas tanah /surcharge 0.48 t/m2 = 4.8 kN/m2
·         Gaya vertikal pada dasar pile-cap   = -259.94 ton = -2599.4 kN
·         Gaya horisontal pada dasar pile cap = 18.93 ton = 189.3 kN
·         Momen pada dasar pile cap = -13.44 ton = -134.4 kN-meter
·         Kedalaman muka air tanah maksimum = 5.0 meter
·         Data tanah  adalah sebagai berikut

No lapisan

Tebal (m)

g (t/m3)

C (t/m2)

f°

1

  3.0

 1.8

  0.0

   30

2

  5.0

 1.8

  0.5

   20

3

  10.

  1.9

  0.3

   30

 

1. DIAMETER COBA 3.0 METER


 2. BERAT SENDIRI PONDASI SUMURAN

Berat sendiri 2 buah pondasi sumuran dihitung sebagai berikut

 

3. TEKANAN TANAH AKTIF
 
3.1 Lapisan 1 (Tanah Urugan)
 
Tekanan tanah aktif dari lapisan 1 (tanah urugan) sudah termasuk kedalam gaya-gaya pada dasar pile cap.
 
3.2 Lapisan 2
 

4. TEKANAN TANAH PASIF
 
4.1 Lapisan 1 (Tanah Urugan)
 
Lapisan 1 tidak memberikan sumbangan terhadap tekanan tanah pasif
 
4.2 Lapisan 2


5. GAYA-GAYA YANG BEKERJA

Gaya-gaya yang bekerja pada pondasi sumuran ditampilan dalam bentuk table sebagai berikut

No.

Arah

Deskripsi gaya

Besar gaya

y thd O

y thd O

Momen thd O

 

 

 

(kN)

(m)

(m)

(kN-meter)

1

(v)

el. 1 – pondasi

     -169.646

   -1.500

    2.500

 -254.469

2

(v)

g. ver. str. atas

    -259.940

   -1.500

    5.000

 -389.910

3

(h)

g. hor. str. atas

      18.930

   -1.500

    5.000

   94.650

4

(m)

momen str. atas

          .000

   -1.500

    5.000

  -13.440

5

(h)

tek. aktif lap :   2

   36.783

   3.000

    3.904

  143.601

6

(h)

tek. aktif lap :   2

   81.650

   3.000

    1.435

  117.180

7

(h)

tek. pasif lap :   2

  -15.295

     .000

    3.619

  -55.357

8

(h)

tek. pasif lap :   2

  -60.791

     .000

    1.383

  -84.080

Dimana lokasi titik referensi O(0,0) adalah y = 0 pada dasar sumuran/elemen 1  dan x = 0 pada tepi kanan dari sumuran


Total gaya gaya yang bekerja adalah sebagai berikut

  • Gaya vertikal                 = -4295.86 kN
  • Gaya horisontal aktif    =   1373.62 kN
  • Gaya horisontal pasif   =   -760.86 kN
  • Momen penahan            =   6578.19 kN-meter
  • Momen guling aktif      =   3554.30 kN-meter
  • Momen guling pasif     =  -1394.38 kN-meter

 6. KESTABILAN TERHADAP GULING

Kestabilan pondasi sumuran terhadap kemungkinan terguling dihitung dengan persamaan berikut :

Angka keamanan terhadap guling lebih besar dari 2.2, sehingga memenuhi persyaratan keamanan terhadap guling.

 7. KESTABILAN TERHADAP GESER


8. TEGANGAN TERHADAP TANAH DASAR

Untuk memudahkan analisis, bentuk sumuran berupa lingkaran dengan diameter D dapat di  ekivalensikan menjadi bentuk empat persegi dengan dimensi B x B. Besarnya nilai B dihitung sebagai berikut.

Pemeriksaan tegangan yang terjadi dilakukan seperti dalam perencanaan pondasi dangkal segi empat. Hal pertama yang perlu diperiksa adalah eksentrisitas dari gaya-gaya pada dasar pondasi

Untuk 1 pondasi sumuran nilai V = 4295.86/2 = 2147.93 kN

Dari persamaan diatas diperoleh : 

  1. Tegangan maksimum ke tanah  = 510.18 kN/m2 
  2. Tegangan minimum  ke tanah   =   97.56 kN/m2

Nilai tegangan maksimum ke tanah lebih kecil dari daya dukung ijin di dasar sumuran sebesar 1000 kN/m2, tegangan minimum ke tanah dasar juga lebih besar dari 0 yang berarti tidak ada tegangan kontak tarik pada dasar pondasi seumuran, sehingga pondasi memenuhi persyaratan daya dukung.

Baca juga :

Posting Komentar untuk "Contoh Perhitungan Perencanaan Pondasi Sumuran"