--> Skip to main content

Ini Dia Alasan Kenapa Banyak Perempuan Yang Di Terima Bekerja Di Perusahaan





Taktiktekno.com - Dijaman sekarang sepertinya sudah tidak aneh saat melihat banyak perempuan yang bekerja, khususnya di industri seperti pabrik. Para pekerja wanita tersebut biasanya dari berbagai latar belakang ada yang sudah menikah dan berumah tangga ada pula yang masih lajang. Sebenarnya pekerja laki laki juga banyak akan tetapi hanya dalam hal tertentu saja.

Banyaknya perempuan di terima menjadi karyawan karena sifat perempuan yang memang mudah diatur serta rapih dan lebih teliti saat melakukan pekerjaannya serta sedikit mengeluh disbanding laki-laki yang mungkin saja banyak tuntutan. Tapi ada beberapa pabrik juga mempekerjakan banyak laki-laki karena memang pekerjaannya lebih baik di kerjakan oleh laki-laki. Namun, haari ini kita melihat banyak sekali pabrik atau industry lain banyak mempekerjakan perempuan. Ada beberapa factor dan alasan kenapa perempuan banyak yang bekerja dan pabrik justru banyak menerima pekerja perempuan yaitu :


A.      FACTOR INTERNAL (Dalam diri Sendiri)

1.       Kebutuhan Ekonomi

Alasan ini merupakan hal yang sangat lumrah dan wajar karena memang semua orang butuh uang untuk menunjang kehidupan sehari – hari khususnya bagi perempuan. Kalau yang masih single mungkin pendapatannya bisa digunakan untuk menabung atau melanjutkan Pendidikan atau juga untuk hal lain yang bermanfaat. Ada juga perempuan yang sudah berumah tangga dan bersuami akan tetapi tetap bekerja karena mungkin gaji suami yang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

2.       Obsesi dan Gengsi

Ada juga perempuan yang masih tetap bekerja padahal suaminya sudah kaya raya, tapi hal ini sangat jarang. Kebanyakan perempuan yang mempunyai pemikiran dulu sekolah mahal mahal dan setelah lulus masa cuma diam saja dirumah. Ada juga perempuan yang yang berpikiran tidak mau kalah dengan perempuan lain. Ada pula yang kadang malu karena missal temannya sudah bekerja sehingga dia berambisi untuk ikut bekerja juga

3.       Dedikasi

Untuk poin ini biasanya terjadi pada pekerjaan-pekerjaan tertentu saja yang memang mebutuhkan hard skill ataupun soft kill yang jarang dimiliki orang lain. Misalnya guru, akuntan humas perusahaan, aktris dan lain -lain. Banyak guru perempuan yang sebenarnya memiliki suami yang mampu dan berkecukupan. Tapi, karena memang mencintai pekerjaannya serta dukungan dari guru lain dan siswa untuk tetap mengajar serta mungkin saja susah mencari guru lain seperti ini. Dalam pekerjaan lain juga siapa yang lebih memiliki ketelitian dan kejujuran serta kemampuan yang tidak dimiliki karyawan lain sehingga orang tersebut dipertahankan oleh perusahaan.

4.       Mengisi Waktu

Bagi perempuan yang sudah lulus sekolah menengah biasanya untuk mengisi waktu yaitu dengan bekerja sebelum ada yang mengajak menikah, setelah itu perempuan berhenti bekerja karena ada suami yang lebih mampu. Akan tetapi banyak pula perempuan yang masih bekerja meski sudah menikah. Bagi yang sudah berumah tangga mengisi waktu dengan bekerja karena memang sudah kurangnya peran didalam rumah karena mungkin suami bekerja dan anak anaknya juga sudah punya kesibukan masing – masing serta pekerjaan rumah sudah diurus oleh pembantu.


5.       Single Mommy

Setelah menjadi janda biasanya perempuan harus berusaha keras untuk mencari pendapatan sebagai penunjang kehidupan. Apalagi jika masih ada anak yang harus diurus.


B.      FAKTOR EKSTERNAL

1.       Hasil kerja perempuan lebih baik

Tidak ada maksud untuk merendahkan laki-laki. Tapi, banyak perusahaan yang menerima perempuan dengan alasan demikian. Baik dalam pekerjaan kasar seperti buruh ataupun pekerjaan administrative. Perempuan dinilai lebih teliti, rapi dan cekatan disbanding dengan laki-laki. Sehingga laki-laki dipekerjakan hanya untuk tugas-tugas tertentu yang hanya bisa dikerjakan oleh laki-laki saja seperti Security, bagian Gudang, Sopir dan lain lain.

2.       Perempuan lebih penurut

Banyak perusahaan lebih senang memerekrut pekerja perempuan karena lebih penurut, patuh dan tidak banyak menuntut. Jika kebanyakan pekerja laki laki saat ada kesalahan diperusahaan bisa saja mereka menuntut serta mengadakan demo yang mengganggu prosuksi perusahaan.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar