--> Skip to main content

Apa Itu Black Box? Bagaimana Alat Ini Bekerja? Berikut Penjelasannya


 

Sumber : cahayaperdana.com

Black box atau kotak hitam adalah sebuah alat yang terdiri dari 2 bagian utama yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder. Fungsi kedua bagian tersebut yakni untuk merekam data teknis penerbangan yang bisa mengungkap apa yang terjadi ataupun penyebab kecelakaan pesawat. Dan berikut ini adalah seputar atau penjelasan mengenai black box.

Black box pertama kali diciptakan oleh david warren, ia menciptakan blackbox pada tahun 1950. Hal tersebut dilatarbelakangi saat dirinya masih 6 tahun, ayahnya tewas dalam kecelakaan pesawat pertama di Australia. Dan pada tahun 1960 Negara Australia menjadi negara pertama yang mewajibkan peenggunaan blackbox untuk semua pesawat komersial.

Meski disebut black box aslinya kotak itu tidak berwarna hitam tapi berwarna orange mencolok agar memudahkan pencarian pasca kecelakaan pesawat. Hanya saja saat pesawat terbakar bagian luar kotak akan menghangus sehingga warnanya berbuah menjadihitam.


Meskipun begitu bagian dalamnya tidak akan rusak karena komponen dalam blackbox terlindungi oleh lapisan titanium atau baja tahan karat dengan dua lapisan. Selain itu black box memiliki bobot 10 kg sehingga dengan berat tersebut akan tenggelam jika jatuh kedalam air.


Demi melindungi data penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan Black Box didesain harus memiliki daya tahan tinggi terhadap efek kecelakaan. Dan berikut beberapa kemampuan atau ketahanan black box :

1.    Tahan terhadap panas hingga suhu diatas 1000 derajat celkcius selama 1 jam.
2.    Juga tahan banting dan benturan
3.    kedap air meski tenggelam dikedalaman hingga 6000 meter selama 24 jam.
4.    Ketahanan daya rendam 30 hari.
5.    Blackbox tidak berukuran besar kurang lebih hanya seukuran kotak sepatu.
6.    Ketahanan cairan air aisn, cairan avtur, pelumas, cairan kimia.
7.    Tahan terhadap beban 227 kg yang dijatuhkan dari ketinggian 3 meter (uji bocor).


Black box terdiri dari 2 alat perekam. Yaitu terdiri dari perekam data penerbangan (flight data recorder) dan peekam suara di kokpit (kokpit voice recorder). Karena ada 2 alat perekam sering juga disebut black boxes.

a.    Flight Data Recorder (FDR) di desain khusus untuk merekam permasalahan operasional yang terjadi di pesawat. Perangkat ini tersambung dengan kabel-kabel sensor diberbagai area pada bagian pesawat. Data yang direkam oleh FDR antara lain waktu, tekanan ketinggian, akselerasi vertical, tajug magnet, posisi roda kemudi, stabilizator horizontal,dan juga aliran bahan bakar.  Perekam ini memiliki kapasitas merekam selama 25 jam terakhir.

b.    Cockpit Voice Recorder (CVR) berfungsi untuk merekam suara mesin dan peringatan-peringatan yang ada didalam pesawat dan juga pembicaraan antara pilot dan kopilot, pilot dengan kru yang ada, ataupun pilot dengan menara pengawas (Air Traffic Controller). Perangkat ini memiliki kapasitas merekam 2 jam terakhir.


Kedua alat perekam tersebut merekam seluruh data teknis penerbangan sampai kedetik-detik terjadinya kecelakaan. Dengan membuka data perekam yang ada di black box penyidik atau investigator bisa mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pada pesawat. 


Karenanya black box menjadi hal utama yang harus ditemukan sesaat terjadi kecelakaan pesawat. Untuk itu blackbox dilengkapi dengan teknologi agar mudah ditemukan.  Alat ini dilengkapi dengan Underwater Located Beacon (ULB) yang befungsi untuk mengirimkan sinyal gelombang ultrasonik yang dapat dikenali sonar sehingga para evakuator bisa langsung mencari  lokasi alat tersebut.

Saat terjadi kecelakaan kotak hitam akan secara otomatis mengirim sinyal ping secara terus menerus untuk waktu yang lama. Bisa mencapai 30 hari atau tergantung dari kekuatan baterainya. Dalam beberapa kasus kecelakaan pesawat blackbox ada yang baru ditemukan dalam beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun kemudian.  

Setelah blackbox ditemukan beberapa pihak yang berwenang akan melakukan investigasi. Beberapa pihak yang berwenang menjadi investigator yakni perwakilan maskapai penerbangan (Lion, Adam Air, Sriwijaya Air dsb), produsen pesawat (Boeing/Airbus dsb), dan spesialis penerjemah atau ahli bahasa. Proses investigasi penyebab kecelakaan pesawat dengan mengcu pada data-data pada kotak hitam bisa memakan waktu berminggu minggu atau bahkan berbulan bulan.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar